Showing posts with label Petualangan. Show all posts
Showing posts with label Petualangan. Show all posts

Friday, February 6, 2015

Ada apa dibalik kalimat Hari Ulang Janji MAPALA UNTIKA?


Setiap tanggal 4 Februari para anggota Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Tompotika Luwuk memperingati Hari Ulang Janji yang merupakan tanggal terbentuknya organisasi MAPALA di Kampus Universitas Tompotika. Hari Ulang Janji ini seperti hari ulang tahun, dies natalis atau milad bagi kelahiran seseorang atau suatu lembaga/organisasi, namun pertanyaannya mengapa MAPALA UNTIKA memilih kata atau kalimat hari ulang janji?

MAPALA UNTIKA yang pada awalnya bernama MAPATIKA didirikan pada tanggal 4 Februari 2004 dengan proses yang panjang. Sebelum pembentukan MAPALA UNTIKA telah ada unit kegiatan mahasiswa pecinta alam dibeberapa fakultas, diantara MALEO UNTIKA (Mapala Fekon Untika) tahun 2001, Fisipala (FISIP Untika Pecinta Alam) tahun 2002 dan Fakumpala (Fak. Hukum pecinta alam) tahun 2003. Proses peleburan MAPALA fakultas menjadi MAPALA UNTIKA juga didorong oleh kehadiran beberapa alumni MAPALA UMI Makassar. 

Pada bulan Desember 2003, dalam beberapa pertemuan informal yang dilakukan oleh para pengurus Mapala Fakultas diantaranya bertempat dirumah saudara Erwin Lumentut (mahasiswa konversi dari STIE Makassar) adanya keinginan untuk membentuk MAPALA universitas dan disepakati untuk melakukan pertemuan secara formal di kampus.

Pertemuan formal dilakukan pada Januari 2004 bertempat di salah satu ruang kuliah Fakultas Teknik yang dihadiri oleh anggota Mapala Fakultas dan para mahasiswa yang memiliki minat dibidang kepecintaalaman. Pertemuan tersebut disepakati untuk melebur dan membentuk wadah Mahasiswa pecinta Alam Universitas Tompotika Luwuk yang disingkat MAPATIKA Luwuk. Pertemuan itu juga sekaligus memilih Ketua Umum Erwin Lumentut, Ketua I Ramli Abby (Fisipala), Ketua II M. Ichsyan Saini (Fakumpala) dan Sekretaris Umum Imanuel Monggesang (Maleo Untika). Tugas pengurus tersebut antara lain menyusun AD/ART MAPATIKA, mempersiapkan pengukuhan anggota MAPATIKA dan pengesahan keberadaan organisasi pada pihak rektorat.

Pada hari Rabu - Kamis tanggal 4 - 5 Februari 2004 bertempat di lokasi wisata "Batu Tikar" Luwuk dilaksanakan Pengukuhan Anggota. Prosesi pengukuhan tersebut dilakukan oleh beberapa dosen Untika (Syaiful Bahri Syam, Jufri Azis, Karson Lakumani), anggota KPA Iguana Tompotika Luwuk (Rahdart Nari, Rizaldi Putra Abd. Gani) dan dibantu  Sunarto Malabar, Erdianto Mang dan Gulbahar Ndilao. Proses pengukuhan ini dilaksanakan dari jam 23.00 Wita 4 Februari sampai jam 04.30 wita 5 Februari.Sebanyak 53 orang mahasiswa berjanji untuk menjadi anggota dan dikukuhkan secara resmi menjadi anggota MAPATIKA.

Usai acara pengukuhan, dilakukan pertemuan untuk membahas nama angkatan dan disepakati "Lembah Hijau" disingkat LHJ serta penetapan tanggal 4 Februari sebagai tanggal pembentukan MAPATIKA. Disepakati tanggal 4 Februari karena pada tanggal tersebut dimulainya pengukuhan anggota.

Keberadaan MAPALA UNTIKA sebagai organisasi mahasiswa dilingkungan kampus Universitas Tompotika disahkan Rektor Universitas Tompotika saat itu Drs. H. Djar'un Sibay pada tanggal 29 April 2004.

Dari paparan singkat sejarah MAPALA UNTIKA diatas, maka kita menemukan beberapa poin penting yang menjadi dasar penggunaan kalimat Hari Ulang Janji yaitu; pertama, MAPALA UNTIKA lahir dari janji kesepakatan meleburnya Mapala Fakultas menjadi MAPALA Universitas; dan kedua, proses pengukuhan anggota dilakukan pada dua tanggal yaitu tanggal 4 Februari dan tanggal 5 Februari.

Kedua poin diatas yang kemudian menjadi dasar penggunaan kalimat "Hari Ulang Janji" yang dimaksudkan untuk mengenang kembali janji para pendiri organisasi MAPALA UNTIKA. Hal itu pula yang dijadikan dasar acuan bahwa setiap acara refleksi peringatan Hari Ulang Janji MAPALA UNTIKA dilaksanakan pada tanggal 4 - 5 Februari.

Demikian penjelasan tentang apa dibalik kalimat Hari Ulang Janji MAPALA UNTIKA. Selamat mengenang kembali janji kita yang telah berusia 11 tahun. Satu untuk Semua, Semua untuk Satu. Salam Lestari !

Luwuk, 06 Februari 2015
Imanuel Monggesang / NRA.MPA. 04.014.009.LHJ


Selengkapnya

Friday, May 9, 2014

33 Tempat Terbengkalai Terindah di Dunia

Kadang sebuah tempat atau bangunan yang pernah dihuni manusia dan ditinggalkan pemiliknya ataupun sengaja ditinggalkan akan menjadi sesuatu yang menarik dan memiliki nilai keindahan dari sebelumnya.


Berikut ini beberapa foto bangunan/benda terbengkalai yang terindah di dunia yang diambil dari situs 9gag.com :



















































Selengkapnya

Friday, November 22, 2013

Bukit "Country" : Dari Merk Rokok Menjadi Terkenal

Bukit Country tampak dari kejauhan
Nama bukit "Country" sudah cukup poupler bagi sebagian besar kalangan penggiat alam bebas di Luwuk Kabupaten Banggai. Keindahan panorama padang rumput savana yang bagaikan permadani kuning kehijauan seakan menyatu menyelimuti lekukan-lekukan bukit-bukit yang gersang. 

Bukit "Country" dengan ketinggian kurang lebih 600 Mdpl berada di kawasan Suaka Margasatwa Lombuyan Desa Salodik Kecamatan Luwuk Utara. Desa Salodik ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau empat kurang lebih 1 jam. Untuk sampai ke Bukit "Country" ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih selama 2 jam dengan melewati hutan pinus dan padang ilalang yang tumbuh dalam kawasan suaka margasatwa tersebut. Kadang juga kita bisa bertemu kawanan sapi milik masyarakat yang sengaja dilepaskan untuk mencari makan rumput muda yang banyak tumbuh di kawasan tersebut.

Pemandangan yang indah akan kita dapati selama perjalanan. Dari atas Bukit "Country" kita dapat menikmati pemandangan yang luas. Di sebelah timur kita dapat melihat Gunung Tompotika yang membiru diselimuti awan. Di sebelah utara kita disuguhkan dengan pemandangan laut Teluk Tomini dan tepian pantai Desa Siuna dan Desa Poh serta Tanjung Jepara. Di sebelah barat mata kita akan terhibur dengan hamparan padang savana dan sebagian hutan serta beberapa ladang milik penduduk. Di sebelah selatan kita akan dibuat terkagum-kagum dengan bukit yang ditumbuhi hutan lebat.

Hanya perlu diperhatikan, untuk menikmati keagungan ciptaan Tuhan yang Maha Esa dari atas Bukit "Country" sebaiknya pagi atau sore hari, jangan saat siang hari karena hawa udara sangat panas dan kulit  tubuh kita terbakar apalagi bila musim kemarau.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa bukit itu dinamakan bukit "Country" ? Begini ceritanya. Pada malam perayaan tahun baru dari 2005 ke 2006, beberapa anggota MAPALA UNTIKA Luwuk bermaksud Camping sambil menikmati malam tahun baru. Maka dipilihlah lokasi di Kawasan Suaka Margasatwa Lombuyan. Pada tanggal 31 Desember 2005 sore, Diatmoko sapoetra (Yoko), Imanuel Monggesang (Nuel), Gulbahar Ndilao (Bahar), Topan Sumaila (Opan), Moh. Syahrin Amin (Ain) dan Ramli Abby (Silas) berangkat dari Bonua nu MAPALA UNTIKA menuju lokasi SM. Lombuyan. 

Tiba di lokasi SM. Lombuyan sekitar pukul 17.00 Wita. Kemudian dilakukan pencarian lokasi untuk mendirikan tenda. Cukup lama juga berputar-putar mencari lokasi tempat perkemahan. Bahar dan Nuel menelusuri perbukitan. Akhirnya Bahar menemukan puncak bukit yang terbuka dan dapat melihat seluruh pemandangan kawasan SM. Lombuyan. Bahar pun memanggil Nuel untuk bersama-sama menikmati pemandangan dari atas bukit tersebut sambil tentunya foto-foto dengan kamera HP. Di bawah bukit, Yoko dan kawan-kawan memanggil untuk segera turun, berhubung waktu sudah malam sehingga diputuskan untuk mendirikan tenda di punggungan bukit yang jaraknya sekitar 200 M dari Bukit Country. 

Kebetulan lokasi tenda dekat sumber air mirip selokan namun versi anak pecinta alam layak dikonsumsi. Sambil memasak menu makan malam Bahar menceritakan pemandangan diatas bukit tadi. Sehingga disepakati untuk menikmati malam pergantian tahun diatas bukit. Sehabis makan malam, forum curhat pun di mulai. Masing-masing menceritakan kisah hidupnya khususnya percintaan secara bergantian dan ditanggapi oleh yang lain. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 23.00 Wita.Semuanya bergegas mendaki puncak bukit dengan membawa perlengkapan masak, air minum dan snack. Perlengkapan yang lain ditinggalkan dalam tenda.

Tiba diatas bukit, semuanya tercengang dengan keindahan pemandangan malam hari. Ribuan bintang dan sebagian sinar bulan menerangi seluruh kawasan, apalagi dari kejauhan tampak kelap-kelip lampu di Desa Poh dengan musik irama dero samar-samar terdengar. Beberapa teman memainkan lampu senter untuk sekedar bercanda. 

Sambil menikmati kopi dan asap rokok, canda tawa pun mulai dilantunkan. Pada pukul 00.00 Wita semuanya hening dan berdoa masing-masing. Berbagai harapan di tahun 2006 disampaikan dalam hati. Setelah itu, walaupun cuaca semakin dingin namun canda tawa pun dilanjutkan sambil menunggu sinar matahari pagi. Tiba-tiba Bahar menyeletuk "ini tempat macam bau tai sapi". Setelah di cek memang benar dimana-mana ada tai sapi yang sudah mengering. Semuanya pun tertawa. Tiba-tiba Nuel yang dikenal sangat jarang bicara pun menyeletuk "Ini tempat sudah ada padang dan penuh tai sapi kering, mirip di film cowboy yang country-country" Semua kembali tertawa dan berkata "itu rokokmu juga merk Country". Akhirnya semua sepakat menamakan bukit itu dengan nama "Bukit Country".

Matahari pun mulai mekar diufuk timur, Pagi 1 Januari 2006. Lagu grup band Power Slaves dengan judul "Jika Kau Mengerti" dari HP milik Nuel pun terdengar diantara kencangnya hembusan angin pagi. Begitulah ceritanya tentang asal mula penamaan Bukit Country yang terkenal sampai sekarang.






Selengkapnya

Monday, November 18, 2013

Pendakian Gunung Tompotika

Gunung Tompotika tampak dari Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah | Foto: Ananto Praticno
Gunung bagi seorang penggiat alam bebas atau pendaki merupakan sesuatu yang membuat kaki terasa gatal untuk terus menjejakkan langkah menelusuri lekukan permukaan tanahnya, menelusuri sungai dan menerobos hutan untuk menggapai puncak-puncaknya. Tak peduli tubuh tergores duri, di gigit serangga, diselimuti kabut/salju, terbakar matahari dan bahkan terkubur tanah.

Kabupaten Banggai sebagai kabupaten di ujung timur Sulawesi juga memiliki beberapa gunung, diantaranya Gunung Tompotika 1530 Mdpl, Gunung Hek 2565 Mdpl dan Gunung Julutumpu 2230 Mdpl. Ketiga gunung tersebut termasuk dalam kategori tidak aktif. 

Gunung Tompotika walaupun ketinggiannya lebih rendah bila dibandingkan dengan dua gunung yang lain, namun gunung ini sangat dikenal oleh masyarakat kabupaten Banggai. Hal ini terkait dengan sejarah masa lampau masyarakat Banggai, Balantak dan Saluan. Di kalangan pendaki gunung terutama pencinta alam, gunung ini paling sering menjadi lokasi pendakian untuk berbagai kegiatan seperti ekspedisi, peringatan Hari Kemerdekaan maupun kegiatan pendidikan bagi anggota pencinta alam.

Jalur pendakian yang sering dilewati yaitu melalui Dusun Trans Tanah Merah Desa Sampaka Kecamatan Bualemo. Tranportasi menuju lokasi awal pendakian ini dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 5 jam dengan kendaraan angkutan umum roda empat maupun roda dua dari Luwuk ibukota Kabupaten Banggai.

Dari Dusun Trans Tanah Merah, pendakian dilakukan melewati kebun milik penduduk sekitar kemudian melewati hutan dan menyeberangi beberapa sungai dan tiba di lokasi Camp Damar dengan waktu tempuh kurang lebih 8 jam dan kondisi medan bervariasi. Lokasi ini sering dijadikan tempat istirahat dan bermalam bagi para pendaki sebelum melanjutkan ke lokasi camp berikutnya pada esok hari dan disini kita harus mengisi air secukupnya untuk persediaan di lokasi camp berikutnya.

Perjalanan selanjutnya menuju Camp Pintu Angin dapat ditempuh kurang lebih 7 jam dengan kondisi jalur tanjakan dan melewati hutan pinus. Hutan pinus dijalur ini sering terbakar. Hembusan angin dingin di lokasi camp ini cukup kencang sehingga para pendaki menamakannya Camp Pintu Angin. Disini para pendaki sering bermalam sambil menikmati pemandangan Desa Bualemo dan sekitarnya.

Lokasi Pintu Angin Gunung Tompotika | Foto: Galank

Pada esok harinya, pendakian menuju Puncak Seasea yang merupakan puncak tertinggi di Gunung Tompotika. Para pendaki umumnya hanya membawa perlengkapan yang perlu serta kebutuhan makan dan minum, perlengkapan lainnya disimpan didalam tenda. Waktu tempuh dari lokasi Camp Pintu Angin menuju Puncak Seasea kurang lebih 2 jam dengan kondisi medan variasi dan melewati bebatuan dan pohon-pohon khas hutan tropis. Puncak Seasea tertutup pepohonan dalam balutan lumut. Perjalanan dapat dilanjutkan ke Puncak Tompotika dengan waktu tempuh kurang lebih setengah jam.

Setelah puas menikmati keindahan puncak Gunung Tompotika dan mengabadikan dalam bentu foto, para pendaki kembali turun menuju lokasi Camp Pintu Angin.  Biasanya setelah makan dan packing peralatan, perjalanan pulang menuju Dusun Trans Merah dimulai. Waktu tempuh perjalanan pulang ini kurang lebih 9 jam. Tiba kembali di dusun ini, para pendaki bisa bermalam dan esoknya dapat melanjutkan perjalanan pulang ke Luwuk.

Semoga bermanfaat, Salam Lestari!!! 


 

Selengkapnya

Friday, July 26, 2013

Air Terjun "Taloyon"

1374782572300760959

Air terjun "taloyon" begitu biasa kami anak-anak Mapala Univ. Tompotika  menyebutnya berada di wilayah Desa Taloyon Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Jarak dari Luwuk Ibukota Kabupaten Banggai kurang lebih 60 KM dapat ditempuh dengan kendaraan mobil atau sepeda motor kurang lebih 2 jam dan untuk sampai ke lokasi air terjun ini membutuhkan kurang lebih 5 jam perjalanan kaki dari Desa Taloyon dengan kondisi medan yang menanjak menelusuri punggungan perbukitan dan pastinya membuat energi kita agak terkuras.

Aku pertama kali ke tempat ini ketika menemani adik-adikku di MAPALA UNTIKA yang sedang mengikuti Pendidikan Pemantapan dengan jalur pemantapannya yang melintasi Desa Taloyon Kec. Pagimana menuju Desa Tontuan Kec. Luwuk.

13747828111385477242

Perjalanan melewati perkebunan kakao milik warga setempat dengan kondisi medan masih agak landai, namun setelah memasuki hutan kondisi medan mulai menanjak dan terus menanjak sampai menemui padang ilalang. Kondisi medan yang banyak ditumbuhi ilalang ini variatif dengan pemandangan yang luas dan indah membuat kita kagum, sejenak kita bisa melupakan lelah.  Setelah itu kita akan memasuki hutan, medan mulai menurun dan curam dan bunyi riak air terjun mulai terdengar dan tak berapa lama kita akan melihat ciptaan Tuhan yang begitu indah Air Terjun Taloyon.

1374782700771183790

Lihat saja foto-fotonya, pasti damai dan indah ya!

Selengkapnya