Thursday, February 27, 2014

Sejarah Klub FC Bayern Munchen



FC Bayern Munchen
Sejarah Klub FC Bayern Munchen

FC Bayern München atau Bayern München adalah klub olahraga terbesar kedua di dunia setelah FC Barcelona dengan 125.115 anggota, mengungguli Real Madrid, Manchester United (MU), AC Milan dan Inter Milan. Pada tanggal 27 Februari 1900 FC Bayern München, Salah satu tim Sepak bola tersukses di Eropa dan Jerman, didirikan. Awalnya, Setelah pertikaian antara manajemen klub dan pemain dari MTV 1879 München di bar “Gisela” di Schwabing, 11 pemain memutuskan untuk memisahkan diri dan membentuk klub sendiri dibawah manajemen Franz John pada 27 Februari 1900.

Nama yang dipilih untuk klub yang baru adalah FC Bayern München. Ini adalah awal dari cerita sukses yang unik Kemenangan ditahun 1932 di Nuernberg pada final melawan Eintracht Frankfurt adalah kemenangan pertama dari total 20 gelar kemenangan. FC Bayern München tidak ikut saat Bundesliga dibentuk. Namun ditahun 1965, klub ini dipromosikan dan menjadi nomor tiga pada musim berikutnya dan sejak saat itu menjadi anggota tetap di Bundesliga, memenangkan 21 gelar kemenangan Bundesliga dan menempatkan klub ini diurutan utama dari Bundesliga. Sejauh ini, FC Bayern München adalah klub tersukses.

Seratus tahun pertama Bayern München–Sejarah dan kisah suksesnya dimulai dan diakhiri dengan nama Franz. Apakah ini suatu kebetulan bahwa Franz John yang mendirikan FC Bayern dan seabad kemudian dengan Franz yang berbeda, kali ini Beckenbauer yang memimpin Bayern München menjadi klub yang disegani dan ideal dengan setumpuk gelar dibelakangnya di abad yang baru sebagai presidennya. Banyak hal yang membedakan masa dulu dan sekarang. Franz John mendirikan dan membangun Bayern dari nol dan relative senang dengan hasil kemenangan 7-1 Bayern dalam pertandingan pertamanya melawan tim sebelumnya, MTV 1879.

Tapi John juga memberikan klub yang “karismatik” ini dengan keunikan pertamanya. Pada awal mulanya, orang mengenal sebagai Bayern, kemudian sebagai Schwabinger Bayern, dari topi unik para pemainnya. Pada masanya, Franz Beckenbauer telah membantu Bayern München menjadi seperti dirinya saat ini: klub internasional dengan jutaan penggemar, sebuah institusi yang menjangkau sampai jauh diluar persepakbolaan Jerman Tidak pernah dalam impiannya yang tergila sekalipun Franz John membayangkan bahwa timnya akan menjadi juara Jerman, juara Piala Eropa dan bahkan pemenang kejuaraan antar klub internasional.

Pada awalnya warna Bayern adalah putih dan biru, tetapi klub menggunakan kemeja putih dengan celana pendek hitam sampai 1905, ketika Bayern bergabung MSC. MSC memutuskan bahwa para pemain harus bermain dengan celana pendek merah. Bayern telah bermain dengan warna merah dan putih untuk sebagian besar keberadaannya, tapi biru dipakai sebagai pilihan lain. Pada musim 1969-70 kemeja yang bergaris-garis dengan warna biru dan putih, dan celana pendek dan kaus kaki juga biru. Gaya serupa muncul di tahun 1995, ketika itu warna biru menjadi warna dominan untuk pertama kalinya. Dari 1999 tentang Bayern kembali ke warna aslinya. Kit tandang memiliki berbagai macam warna selama bertahun-tahun, termasuk putih, hitam, biru, dan emas-hijau. Bayern juga dilengkapi kit internasional yang berbeda. Pada 2009, kit rumah merah, kit tandang biru gelap, dan kit internasional putih.

Tim sepak bola profesional di Bayern dijalankan oleh FC Bayern München AG. AG adalah singkatan
Aktiengesellschaft, sehingga Bayern adalah sebuah perusahaan gabungan saham yang tidak terdaftar di bursa saham publik, tetapi milik pribadi. 81,82% dari FC Bayern München AG dimiliki oleh pihak klub, FC Bayern München e. V. (e. V. pendek untuk Eingetragener Verein, yang diterjemahkan menjadi "Klub Terdaftar") dan 9,09% masing-masing oleh Adidas produsen perlengkapan olahraga asal Jerman, dan perusahaan mobil asal Jerman, Audi. Adidas memiliki saham pada tahun 2002 dengan harga € 77m. Uang itu ditujukan untuk membantu membiayai Allianz Arena. Pada tahun 2009 Audi membayar bayar € 90m sebagai bagian kepemilikan sahamnya. Modal tersebut digunakan untuk mengembalikan pinjaman pembangunan Allianz Arena menjadi lebih cepat daripada yang direncanakan.

Mitra iklan utama Bayern dan pemegang hak jersey adalah Deutsche Telekom. Pemasok kit utama klub ini adalah Adidas. mitra utama lainnya termasuk Audi, Coca-Cola, Lufthansa, Nikon, Siemens, dan Sony Ericsson Pada tahun-tahun sebelumnya hak jersey dimiliki oleh Adidas (1974-1978)., Magirus Deutz dan Iveco ( truk / 1978-1984), Komodor (komputer / 1984-1989) dan Opel (mobil / 1989-2002). Bayern sebagian besar dipimpin oleh pemain mantan klub. Presiden klub Uli Hoeness. Dia telah berada di kantor, sebelumnya sebagai manajer umum klub, sejak tahun 1979. Karl-Heinz Rummenigge adalah ketua dewan eksekutif FC Bayern München AG. Pengawasan Dewan sembilan sebagian besar terdiri dari manajer dari perusahaan besar Jerman. Mereka adalah Herbert Hainer (CEO adidas), Uli Hoeness, Timotius Höttges, Helmut Markwort, Dieter Rampl, Fritz Scherer, Rupert Stadler, Edmund Stoiber, dan Martin Winterkorn. Setelah pendapatan catatan € 328,4 juta pada tahun 2007-08 dan laba setelah pajak sebesar € 2,1 Juta, Bayern melaporkan pendapatan sebesar € 303,8 juta dan keuntungan sebesar € 2,5 Juta pada 2008-09. Menurut data Deloitte Football Money League, Bayern adalah klub terkaya keempat di dunia pada tahun 2009, menghasilkan pendapatan sebesar € 289,5 Juta.

Allianz Arena adalah stadion sepak bola yang terletak di distrik Fröttmaning di sebelah utara kota Munchen. Dibuka pada 30 Mei 2005 dengan pertandingan persahabatan antara TSV 1860 München dan 1. FC Nürnberg, stadion ini merupakan tempat pertandingan pembukaan Piala Dunia 2006. Setelah selesai dibangun, stadion ini menggantikan Stadion Olimpiade München sebagai stadion kandang bagi TSV 1860 München dan Bayern München. Stadion super modern ini dirancang oleh firma arsitektur Swiss, Herzog & de Meuron dan berkapasitas 66.000 tempat duduk untuk pertandingan Internasional. lapisan bagian luar tersusun dari 1056 panel berbentuk belah ketupat, yang masing-masing dapat diterangi dalam warna yang berbeda-beda (merah, biru atau putih), sehingga terlihat seperti suatu pola yang bergerak. Pada awalnya stadion ini merupakan patungan dari dua tim sepak bola asal kota Munchen. Tapi pada tahun 2010, Bayern Munchen membeli penuh Hak atas Allianz Arena, setelah TSV 1860 München mengalami masalah keuangan dan tidak lagi sanggup untuk menutup utang pembangunan.

Berdasarkan sejarah Bayern adalah tim paling sukses di sepak bola Jerman, karena mereka telah memenangkan paling banyak kejuaraan dan paling banyak piala. Mereka juga tim Jerman paling sukses dalam kompetisi internasional, setelah memenangkan enam trofi. Bayern merupakan salah satu dari tiga klub telah memenangkan semua tiga kompetisi besar Eropa dan juga klub terakhir yang memenangkan Liga Champions tiga kali berturut-turut , mereka berhak memakai lencana multi-pemenang selama pertandingan Liga Champions.

Profil Klub FC Bayern Munchen

Nama lengkap: Football Club Bayern München e.V.
Julukan: Der FCB, Die Bayern (Orang Bavaria, Die Roten (Si Merah)
Didirikan: 27 Februari 1900
Stadion: Allianz Arena, München, Jerman (Kapasitas: 69.901)
Presiden: Uli Hoeneß
Manajer: Pep Guardiola
Liga: Bundesliga


Prestasi

Berdasarkan sejarah Bayern adalah tim paling sukses di sepak bola Jerman, karena mereka telah memenangkan paling banyak kejuaraan dan paling banyak piala. Mereka juga tim Jerman paling sukses dalam kompetisi internasional, setelah memenangkan enam trofi. Bayern merupakan salah satu dari tiga klub telah memenangkan semua tiga kompetisi besar Eropa dan juga klub terakhir yang memenangkan Liga Champions tiga kali berturut-turut , mereka berhak memakai lencana multi-pemenang selama pertandingan Liga Champions.
Gelar Tahun Runner-up
Piala Interkontinental 1977, 2001
Piala/Liga Champions 1974, 1975, 1976, 2001, 2013 1982, 1987, 1999, 2010, 2012
Piala Super UEFA 2013
Piala Winners 1967
Piala UEFA 1996
Juara Jerman (-1963), Bundesliga/Liga Jerman (23x) 1931/1932, 1968/1969, 1971/1972, 1972/1973, 1973/1974, 1979/1980, 1980/1981, 1984/1985, 1985/1986, 1986/1987, 1988/1989, 1989/1990, 1993/1994, 1996/1997, 1998/1999, 1999/2000, 2000/2001, 2002/2003, 2004/2005, 2005/2006, 2007/2008, 2009/2010 2012/2013 1969/70, 1970/71, 1987/88, 1990/91, 1992/93, 1995/96, 1997/98, 2003/04, 2008/09, 2011/12
DFB-Pokal/Piala Jerman (15x) 1957, 1966, 1967, 1969, 1971, 1982, 1984, 1986, 1998, 2000, 2003, 2005, 2006, 2008, 2010, 2013 1985, 1999, 2012
Premiere Ligapokal/Piala Liga Jerman (10x) 1982, 1987, 1990, 1997, 1998, 1999, 2000, 2004, 2007, 2008 2006
Trofi Santiago Bernabéu (3x) 1979, 1980, 2002



Daftar pemain

Skuat utama per 12 Oktober 2013

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.
Pos. Nama
1 Bendera Jerman GK Manuel Neuer
4 Bendera Brasil DF Dante
5 Bendera Belgia DF Daniel Van Buyten
6 Bendera Spanyol MF Thiago Alcântara
7 Bendera Perancis MF Franck Ribéry
8 Bendera Spanyol MF Javi Martínez
9 Bendera Kroasia FW Mario Mandžukić
10 Bendera Belanda MF Arjen Robben
11 Bendera Swiss MF Xherdan Shaqiri
13 Bendera Brasil DF Rafinha
14 Bendera Peru FW Claudio Pizarro
15 Bendera Jerman DF Jan Kirchhoff
17 Bendera Jerman DF Jérôme Boateng
19 Bendera Jerman MF Mario Götze

No.
Pos. Nama
20 Bendera Jerman FW Patrick Weihrauch
21 Bendera Jerman DF Philipp Lahm Kapten
22 Bendera Jerman GK Tom Starke
23 Bendera Jerman MF Mitchell Weiser
25 Bendera Jerman FW Thomas Müller
26 Bendera Jerman DF Diego Contento
27 Bendera Austria DF David Alaba
28 Bendera Jerman DF Holger Badstuber
31 Bendera Jerman MF Bastian Schweinsteiger (wakil kapten)
32 Bendera Jerman GK Lukas Raeder
34 Bendera Denmark MF Pierre Højbjerg
36 Bendera Austria MF Alessandro Schöpf
37 Bendera Jerman FW Julian Green
39 Bendera Jerman MF Toni Kroos

sumber: FC Bayern Munchen














Selengkapnya

Monday, February 24, 2014

Biodata Yunita Indonesian Idol 2014


Yunita Nursetia Tongke | Design: Ancha

Sejak Yunita Nursetia Tongke (26) atau biasa dipanggil Yuyun lolos melalui audisi di kota Makassar ke babak 15 besar ajang Indonesia Idol 2014, banyak yang bertanya-tanya tentang asal usul Yunita sebenarnya dari mana, Luwuk atau Makassar karena sampai pada babak 13 besar pun Yunita belum menyebutkan asalnya diatas panggung spektakuler Indonesian Idol 2014 yang live dari Studio 8 RCTI Jakarta. 

Menjawab keraguan para penggemar Yunita maka saya mencoba mengumpulkan data dari berbagai pihak yang mengenal Yunita. Konstestan yang sempat membuat Ahmad Dhani meneteskan airmata saat menyanyikan lagu Remember Me This Way - Jordan Hill ini ternyata lahir dan dibesarkan di Luwuk yang merupakan ibu kota Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Setelah tamat SMKN 1 Luwuk kemudian melanjutkan kuliahnya di salah perguruan tinggi di Makassar, Sulawesi Selatan dan selesai dengan gelar Magister Administrasi Kebijakan Publik. 

Selain itu, gadis Babasal anak dari bapak Zanuddin Tongke, S.Sos (mantan Camat Kintom Kab. Banggai) dan ibu Nurmila Djanun, S.Sos memiliki hobi menyanyi, traveling dan membaca serta bercita-cita menjadi penyanyi ini memang telah memiliki pengalaman dan prestasi di bidang tarik suara sejak di Luwuk maupun di Makassar dengan menjadi vokalis/singer dibeberapa grup band. Yunita bekerja pada salah satu wahana bermain Bugis Water Park (BWP) di Makassar.

Kini, Yunita telah dikenal di seantero Indonesia, masyarakat Luwuk harus berbangga dengan tampilnya Yunita di ajang bergengsi ini dan telah menjadi milik masyarakat Indonesia. Terus dukung Yunita dengan cara sms ketik YUNITA kirim ke 9288.

Biodata Yunita :

Nama                        : Yunita Nursetia Tongke SE, M.Adm.KP
Tempat/tgl lahir         : Luwuk, 17 April 1987
Jenis kelamin            : Perempuan
Nama orang tua        : Zainuddin Tongke S.Sos & Nurmila Djanun S.Sos

Pendidikan terakhir   : Lulusan tahun 2013, S2 (Magister) Administrasi Kebijakan Publik
Kebangsaan             : Indonesia
Agama                       : Islam
Alamat  Makassar      : Jln. Taman Makam Pahlawan, Komp. BBD No. 6, Makassar
Alamat Luwuk            : Jln. P. Karimun Jaya, Kel. Kompo, Kec. Luwuk Selatan, Luwuk Kab. Banggai
Hobi                           : Menyanyi, Traveling dan Membaca








diolah dari berbagai sumber


Selengkapnya

Wednesday, February 19, 2014

Tenaga Honorer Kategori II Pemerintah Kabupaten Banggai, dari 4.096 Hanya 679 Yang Dinyatakan Lulus CPNS

Penantian panjang para tenaga honorer di Pemerintah Kabupaten Banggai akhirnya terjawab, setelah pada tanggal 18 Februari 2014 Pihak Kementerian Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) mengumumkan honorer kategori II yang lulus pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2013 melalui situs cpns.menpan.go.id. Jumlah nominatif tenaga honorer yang mengikuti tes tertulis tahun lalu sebagaimana data Badan Kepegawaian Nasional yang merupakan hasil penyampaian oleh Pemerintah Kabupaten Banggai sebanyak 4.096 orang. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 679 orang yang dinyatakan lulus menjadi calon Pegawai Negeri Sipil

Ada rasa bahagia bagi para tenaga honorer yang dinyatakan lulus dan ada juga rasa sedih yang dialami oleh para tenaga honorer yang belum beruntung kali ini. Dari jumlah 4.096 orang tersebut, bila dikurangi 679 orang maka ada sekitar 3.417 orang yang merasakan kesedihan maupun kekecewaan. Hal ini tentunya akan menjadi persoalan tersendiri yang harus dihadapi dan diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Banggai. 

 Mungkin saja persoalan kecurangan sebagai akibat dari lemahnya verifikasi faktual terhadap seseorang yang benar-benar melaksanakan tugasnya sebagai tenaga honorer beberapa waktu yang lalu akan menjadi masalah yang harus dihadapi. Melihat hasil pengumuman tersebut, ada beberapa tenaga honorer yang ternyata sedang manjadi Calon Anggota Legislatif pada Pemilu Legislatif 2014, ada juga yang bekerja sebagai karyawan swasta maupun disalah satu perguruan tinggi di Luwuk. 

Selain itu, menjadi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Banggai juga untuk mau diarahkan kemana mereka yang belum lulus tersebut? Semoga saja permasalahan honorer ini yang merupakan salah satu permasalahan ketenagakerjaan di Kabupaten Banggai dapat terselesaikan dengan baik.

Untuk tenaga Honorer K2 Pemerintah Kabupaten banggai yang dinyatakan lulus, silahkan download disini:
 http://cpns.menpan.go.id/
http://sscn.bkn.go.id/ActionServlet?page=hasil21020141032#




















































































Selengkapnya

Saturday, February 8, 2014

Membuat Ahmad Dhani Menangis, Yunita Nursetia (Yuyun) Anak Luwuk Lolos Ke Babak 15 Besar Indonesia Idol 2014


Yunita Nursetia Tongke (26 ) atau biasa dipanggil Yuyun merupakan peserta eliminasi tahap 3 Indonesia Idol 2014. Yunita Nursetia sebenarnya berasal dari Luwuk ibukota Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah, namun pada ajang Indonesian Idol 2014 Yunita Nursetia mengikuti audisi di Makassar.

Penampilan Yunita Nursetia yang terbilang masih bukan siapa-siapa untuk ukuran penyanyi. Namun, ia berhasil bikin Ahmad Dhani menangis ketika menyanyi di panggung eliminasi tahap 3 Indonesian Idol 2014 yang ditayangkan oleh RCTI, Jumat (7/2/2014). Yunita Nursetia sukses membawakan lagu galau berjudul Remember Me This Way yang dipopulerkan oleh Jordan Hill.

Tantri yang lebih dulu tahu ayah dari Al, El, Dul, dan Safeea itu menangis sambil menunjukan ke Titi DJ yang akan mengomentari penampilan Yunita. "Sebentar, Mba Titi,  nangis," kata Tantri sambil menunjuk air mata yang meleleh di pipi Dhani. Titi pun mengakui penampilan Yunita saat itu. "Kamu buat Ahmad Dhani menangis, luar biasa. Anang bilang kamu belum masuk spekta (final) namun penampilan kamu sudah spekta."

Anang yang mengetahui Dhani menangis tak menyia-nyiakan untuk meledek habis-habisan. Sisi lain, Anang pun mengakui aksi Yunita memang bagus. "Aku juga tuh merinding," kata Anang.

Akhirnya, setelah melalui penilaian Juri pun memutuskan Yunita Nursetia lolos ke babak 15 besar Indonesian Idol 2014. Masyarakat Kabupaten Banggai khususnya Luwuk pun ikut berbangga akan hasil yang dicapai Yuyun ini, berita kelolosan Yuyun ke babak 15 besar Indonesia Idol pun menyebar melalui BBM, FB, Twitter maupun SMS.

Selamat buat adik Yunita Nursetia, terus berjuang, terus berlatih, semoga sukses  emnjadi The Next Indonesian Idol 2014. Jangan lupa kirim SMS sebanyak-banyaknya dengan cara ketik YUNITA kirim ke 9288.

Silahkan download videonya disini : Yunita Nursetia - Remember Me This Way (Jordan Hill)

*IM

 

Selengkapnya

Friday, February 7, 2014

Mengenal Kuskus Beruang ( Kuse' ) Sulawesi 2

Kuskus beruang sulawesi ( Ailurops ursinus ) merupakan salah satu jenis hewan endemik pulau sulawesi yang dilindungi oleh peraturan pemerintah no 7 tahun 1999. Hewan yang masuk dalam daftar merah spesies terancam IUCN 2008 ini adalah anggota dari genus Ailurops. Kuskus Beruang adalah hewan marsupial dan dari keluarga Phalangeridae. Bentuk tubuhnya yang besar seperti kucing bahkan bisa lebih ukurannya. Kuskus beruang ini ukurannya sangat besar dibandingkan dengan para kerabatnya di keluarga phalangeridae, oleh sebab itu mamalia ini di sebut dengan kuskus beruang karena bentuk tubuhnya seperti beruang.

Kuskus beruang memiliki ukuran tubuh yang besar jika dibandingkan dengan jenis kuskus pada umumnya. Bentuk tubuhnya yang besar membuat mamalia satu ini menjadi mamalia terbesar di tajuk atas hutan setelah monyet yang ada disana. Panjang badan dan kepala adalah 56 cm, panjang ekornya 54 cm dan beratnya dapat mencapai 8 kg, Warna tubuh jantan dan betina tidak ada perbedaan. Panjang ekor hampir sama panjang dengan panjang tubuh, bagian ekor ditumbuhi rambut dari pangkal sampai lebih dari setengah panjang total ekor, sisa ujung ekor yang tidak ditumbuhi rambut berwarana hitam, ujung ekor  ini sangat kuat dan dapat digunakan untuk bergelantungan atau melilit batang dahan pohon saat mencari makan (prehensil) dan dapat digunakan sebagai alat untuk menggantung yang menahan seluruh beban tubuh saat dengan posisi kepala di bawah saat mencari makan di pohon.
Daun telinga pendek, hampir tidak terlihat karena tersembunyi dibawah rambut-rambut kepala, bagian luar dan dalam telinga berambut. Warna dasar tubuh bagian atas adalah hitam pucat dengan rambut bagian punggung berwarna coklat kehitaman, beberapa rambut bagian tubuh lain berwarna kuning kecoklatan atau lebih pucat.
Klasifikasi kuskus beruang menurut Temminck (1824) dalam Flannery et al. (1987) adalah sebagai berikut:

Kingdom : Animalia
Sub Phylum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Marsupialia
Famili : Phalangeridae
Sub Famili : Ailuropinae
Genus : Ailurops
Spesies : Ailurops ursinus (Temminck, 1824).
Kuskus beruang merupakan binatang yang pendiam, hampir-hampir tidak bersuara kecuali kalau terganggu. Butuh pengamatan yang jeli untuk dapat melihat keberadaan kuskus beruang walaupun satwa ini relatif pendiam dan jarang bersuara. Sekali menemukan satwa ini maka pengamat akan dapat melakukan pengamatan dengan puas karena satwa ini bergerak sangat lamban. Mamalia berkantung ini membentuk kelompok kecil yang hanya terdiri dari induk dan bayinya, kecuali pada musim kawin, kuskus betina dan kuskus beruang jantan biasanya memisahkan diri dari kelompoknya atau hidup soliter. Ekor prehensilnya dan tangan serta kakinya digunakan untuk bergerak dari satu pohon ke pohon lainnya meskipun pergerakannya sangat lambat

Kuskus beruang aktif pada siang hari (diurnal). Sebagian besar aktivitas hariannya banyak digunakan untuk beristirahat dan tidur, sedikit waktunya digunakan untuk makan dan mengutu (grooming), waktunya untuk berinteraksi juga sangat sedikit, kegiatan tersebut dilakukan sepanjang siang dan malam. Waktu istirahatnya yang banyak digunakan untuk mencerna selulosa dari dedaunan sebagai sumber makanannya yang mengandung sedikit nutrisi. Kuskus yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Bear Cuscus, Bear Phalanger, atau Sulawesi Bear Cuscus ini terdapat di pulau Sulawesi, pulau Butung, pulau Peleng, pulau Togian, Indonesia. Kuskus beruang betina dewasa dapat melahirkan satu-sampai dua kali dalam setahun. Kuskus beruang termasuk hewan berkantung (marsupial). Anak kuskus beruang lahir dalam keadaan sangat kecil dan akan langsung menuju kantung induknya untuk dibesarkan selama sekitar 8 bulan, setelah itu akan keluar dari kantong dan hidup bersama induknya sampai siap untuk mandiri.
Pengamat bisa melakukan pengamatan ditempat sumber pakan kuskus beruang. Untuk memperbesar peluang pertemuan dengan kuskus beruang sediakan makanan favorit mereka. Makanananya terdiri dari daun dan buah, misalnya daun kayu kambing ( Garuga floribunda ), Pohon mindi ( Melia azedarach ), kenanga ( Cananga ordorata ) dan buah rao (Drancotomelon dao dan D. Mangiferum). Daun muda lebih disukai karna lebih mudah dicerna dan mengandung lebih sedikit tanin, tetapi sesekali daun yang lebih tua juga dimakan untuk memenuhi kebutuhan protein. Kadang-kadang bunga dan buah mentah juga dimakan untuk memenuhi kebutuhan protein.
Saat ini populasi kuskus beruang terus menurun dan terancam punah, karena terjadinya perburuan dan perdagangan liar. Di samping itu sebagian hutan yang merupakan habitat aslinya telah mengalami kerusakan akibat pembukaan hutan untuk areal pertanian dan pemukiman penduduk. Di asalnya sendiri kuskus beruang sering menjadi hewan buruan petani dikarenakan hewan yang sering dipanggil “Kuse” ini sering memakan daun-daun muda yang ditanami oleh petani. Hewan yang hobinya tidur ini oleh pemerintah sudah dimasukan dalam daftar hewan dilindungi dalam peraturan pemerintah no.7 tahun 1999, tetapi sampai saat ini pun pemerintah belum mampu menghentikan perdagangan satwa liar ilegal.
Meskipun masih bisa ditemui di beberapa tempat seperti di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dan di kawasan pegunungan Lompo Battang (Sulawesi Selatan), populasi Kuskus Beruang Sulawesi (Ailurops ursinus) diyakini mengalami penurunan drastis. Oleh karenanya IUCN Red List memasukkan Kuskus Beruang Sulawesi (Ailurops ursinus) dalam kategori Vulnerable.Berdasarkan fakta-fakta tersebut, maka usaha pelestarian dan perlindungan satwa khususnya kuskus sangat penting untuk segera dilakukan. Salah satu usaha mendukung pelestarian satwa liar adalah dengan menangkarkannya, karena melalui penangkaran dapat dipelajari dan diperoleh banyak informasi ilmiah guna menunjang konservasi baik in situ maupun ex situ.
Sampai saat ini pelestarian kuskus beruang di sulawesi masih sangat terbatas, populasinya sangat menurun dari tahun ke tahun menurut informasi dari salah satu pegawai di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Sudah seharusnya menjadi tugas kita untuk melestarikan hewan endemik ini agar nantinya ditahun-tahun mendatang tidak akan terjadinya kepunahan pada hewan yang masuk dalam keluarga Phalangeridaeini. (Triambogo, peserta Ekspedisi NKRI 2013 dari Fakultas Biologi Unsoed)

Selengkapnya

Mengenal Kuskus Beruang ( Kuse' ) Sulawesi

A.  Klasifikasi Kuskus Beruang
Menurut Wikipedia (2013), klasifikasi kuskus beruang sebagai berikut:
Kingdom           : Animalia
Phylum              : Chordata
Class                  : Mamalia
Sub-Class           : Marsupialia
Ordo                  : Diprotodontalia
Sub-ordo            : Phalangeriformes
Family                : Phalangeridae
Genus                : Ailurops
Spesies               : A. Ursinus
B.  Morfologi Kuskus Beruang
Kuskus beruang ukuran tubuhnya hampir seperti kucing atau bahkan bisa lebih besar. Warna tubuh jantan dan betina tidak ada perbedaan. Panjang ekor hampir sama panjang dengan panjang tubuh, bagian ekor ditumbuhi rambut dari pangkal sampai lebih dari setengah panjang total ekor, sisa ujung ekor yang tidak ditumbuhi rambut berwarana hitam, ujung ekor  ini sangat kuat dan dapat digunakan untuk bergelantungan atau melilit batang dahan pohon saat mencari makan (prehensil) dan dapat digunakan sebagai alat untuk menggantung yang menahan seluruh beban tubuh saat dengan posisi kepala di bawah saat mencari makan di pohon.
Daun telinga pendek, hampir tidak terlihat karena tersembunyi dibawah rambut-rambut kepala, bagian luar dan dalam telinga berambut. Warna dasar tubuh bagian atas adalah hitam pucat dengan rambut bagian punggung berwarna coklat kehitaman, beberapa rambut bagian tubuh lain berwarna kuning kecoklatan atau lebih pucat.
Famili Phalangeridae dari ordo marsupialia terdiri lebih dari 17 spesies, yang sebagian besar tergolong hewan pemakan segala (omnivora) dan pemakan tanaman (herbivora) (Flannery et al.,1987). Menurut George (1987) famili phalangeridae memiliki wilayah penyebaran yang luas diantara bangsa-bangsa marsupialia Australia lainnya dan terdapat di Australia, Tasmania, Papua New Guinea, dan beberapa pulau disebelah timur garis wallacea sampai Pulau Solomon. Pulau Sulawesi di Indonesia merupakan batas paling barat dan pulau Solomon merupakan batas paling timur jangkauan wilayah penyebaran kuskus
            Penyebaran kuskus di Indonesia hanya terbatas di wilayah Indonesia Timur yaitu meliputi Pulau Sulawesi, Maluku, Irian Jaya, dan Timor. Kinnaird (1997) dan MacKinnon (1992) melaporkan bahwa di Sulawesi terdapat dua jenis kuskus yaitu kuskus beruang (Airulops ursinus) dan kuskus kerdil (Strigocuscus celebensis). Kuskus beruang merupakan spesies yang paling besar dan paling primitif diantara famili phalangeridae lainnya yang sangat berbeda dengan kuskus kerdil yang ukuran tubuhnya relatif kecil tapi pintar dan kuskus beruang hanya ditemukan di Kepulauan Sulawesi dan sekitarnya. Oleh karena itu kuskus ini merupakan salah satu satwa endemik Indonesia Timur. Kuskus ini tergolong satwa yang biasa hidup di atas pohon (arboreal) yang banyak berlindung dibawah kanopi pohon-pohon di hutan dataran rendah, aktif sepanjang hari, dan umumnya dijumpai berpasangan (Tarmudji dan MacKinon, 1980). Menurut Van der Zon (1979), penyebaran kuskus beruang   di Indonesia meliputi Pulau Sulawesi, Peleng, Talaud, dan Malange, dengan habitatnya adalah hutan dataran rendah hingga ketinggian 2000 meter.
            Ciri-ciri kuskus menurut Petocz (1994) antara lain badannya agak besar dan kokoh dengan panjang tubuh seukuran dengan babi berumur dua bulan, mempunyai ekor prehensil yang panjangnya hampir sepanjang badannya dan sepanjang sepertiga bagian ujungnya tidak berbulu yang sering digunakan untuk mengait pada dahan atau ranting untuk bergelantungan dan berpindah tempat, kepala bulat dengan telinga pendek atau tidak mencolok serta mata yang menonjol keluar. jari-jari kuskus berjumlah lima buah yang semuanya bercakar tajam dan sangat membengkok, kecuali ibu jarinya. Ibu jari dan jari keduanya berhadapan dengan jari ketiga dan jari keempat menjadi satu sehingga terlihat seperti sebuah jari dengan dua kuku. Pada waktu memegang cabang, dua jari pertama cakar ini berhadapan dengan ketiga jari lainnya. Semua memiliki jari-jari kaki pertama yang seperti ibu jari, dan pada kaki belakang jari tersebut tidak bercakar. Kemampuannya untuk memegang cabang dengan keempat kakinya dan mengaitkan dirinya dengan ekornya yang prehensial, menjadikan satwa ini menjadikan satwa ini menjadi pemanjat yang hebat dan sulit dilepaskan dari sebuah cabang. Ciri-ciri lain dari kuskus menurut Nowak (1999) adalah bulunya halus dan tebal menyerupai wol pada semua genus kecuali Wyulda.
            Kuskus betina memiliki kantung yang terletak pada kulit perutnya, berkembang dengan baik, membuka ke arah depan , dan mempunyai empat puting susu. Lama masa kebuntingan pada satwa ini sangat singkat yaitu kira-kira satu bulan. Saat dilahirkan bayi kuskus masih berbentuk mudigah (embrio) yang secara alami akan merayap menuju kantung induknya, berdiam dalam kantung dan akan mengisap puting susu induknya untuk selama 6-7 bulan. Setelah masa itu anak kuskus akan mulai belajar memakan pakan seperti yang dimakan oleh induknya
            Menurut George (1982) dan Grzimek (1972) kuskus merupakan binatang arboreal dengan ekor yang dapat memegang dahan atau ranting (prehensil) dengan kuat. Kuskus beruang mempunyai kebiasaan hidup berpasangan dan aktif sepanjang hari (diurnal) terutama siang hari, berbeda dengan jenis kuskus lainnya yang umumnya aktif pada malam hari (nocturnal) (Kinnaird,1997). Dwiyahreni et al. (1999) melaporkan bahwa habitat aslinya kuskus beruang menggunakan waktunya sebanyak 63,4% untuk istirahat dan tidur, 23% untuk merawat tubuh, 7,5% untuk berpindah tempat, 5,6% untuk makan, dan 0,4% untuk aktivitas sosial (Nurjaeni, 2001)
 
C.  Habitat Kuskus Beruang
Kuskus Beruang Sulawesi merupakan salah satu hewan endemik Indonesia yang hanya bisa ditemui di Pulau Sulawesi. Hewan yang juga disebut Kuse ini tinggal di atas-atas pohon di hutan Sulawesi dan memakan dedaunan serta buah-buahan. Mereka tergolong binatang soliter (penyendiri), tetapi pada saat musim kawin mereka akan hidup dalam kelompok kecil yang berisi induk dan anak-anaknya.
Pergerakan kuskus beruang tergolong tidak biasa. Kuskus beruang akan menggunakan ekornya untuk mencengkeram ranting pada saat berpindah dari satu pohon ke pohon lain. Mungkin kita akan sedikit kesulitan untuk menemukannya di alam liar karena selain dia tinggalnya di atas pohon, binatang unik ini juga termasuk binatang yang pendiam. Bahkan dia tidak akan bersuara kalau tidak merasa terganggu atau terancam (Hafizsumarno, 2012)
Hewan unik ini hanya mengalami masa melahirkan sekali atau dua kali saja dalam satu tahun. Kuskus beruang memiliki kantung yang berfungsi untuk menggendong anak-anaknya. Seperti layaknya kangguru, kantong kuskus beruang juga terdapat pada bagian perut.
Hal lain yang unik yang dimiliki oleh hewan pohon ini adalah kegemarannya tidur. Hampir sama dengan Koala, hewan langka ini juga gemar sekali tidur. Hal ini mereka lakukan untuk membantu proses pencernaannya. Jika spesies kuskus biasanya aktif di malam hari (nokturnal), lain lagi dengan kuskus beruang yang justru lebih aktif di siang hari. (Faunague, 2012).
Kuskus beruang merupakan satwa yang menghabiskan banyak waktunya dikanopi pohon (arboreal) sehingga pengamat berpeluang dapat bertemu dengan kuskus beruang dihabitat utama dari satwa ini dikanopi bagian atas hutan hujan tropis Sulawesi
Kuskus beruang hidup sendiri-sendiri, tidak berkelompok. Mereka mendiami bagian atas pohon-pohon tinggi. Untuk bergerak dan berpindah-pindah dari satu pohon ke pohon yang lain, kuskus beruang menggunakan ekornya. Ekor kuskus beruang berfungsi untuk mencengkram dahan pohon. Habitat kuskus beruang adalah hutan-hutan di Sulawesi, Kepulauan Togian, Pulau Peleng dan Kepulauan Talaud. Sayangnya, binatang unik ini terancam punah. Penyebabnya adalah perburuan dan rusaknya habitat (Dini Lestari, 2012).
 
D.  Daerah Jelajah Kusksus Beruang
Daerah jelajah adalah suatu faham abstrak yang menyatakan jumlah gerakan pindah suatu hewan selama masa tertentu (Birute Marija, 1978)
Homerange  adalah daerah dimana hewan tersebut hidup. Home range hewan adalah suatu tempat dimana hewan-hewan tersebut menutupi/berkisaran pada tempat tersebut untuk mencari makan, kawanan, dan lain-lainnya. Daerah jelajah ini tidak hanya dihuni oleh satu spesies saja. Didalam home range tidak terjadi tingkah laku yang agresif. Sebuah home range mungkin akan dipertahankan oleh sebagian atau seluruh spesies yang berada pada wilayah tersebut (Nurjeni, 2001).
Kuskus beruang bergerak lambat dari satu pohon ke pohon lainnya menggunakan ekor prehensilnya dan tangan serta kakinya Kuskus beruang aktif pada siang hari (diurnal)Sebagian besar aktivitas hariannya banyak digunakan untuk beristirahat dan tidur, sedikit waktunya digunakan untuk makan dan mengutu (grooming), waktunya untuk berinteraksi juga sangat sedikit, kegiatan tersebut dilakukan sepanjang siang dan malam. Waktu istirahatnya yang banyak digunakan untuk mencerna selulosa dari dedaunan sebagai sumber makanannya yang mengandung sedikit nutrisi (Sptn bantimurung, 2011).
Makanan kuskus Beruang adalah daun-daun muda. Bunga-bungaan dan buah masih mentah. Kuskus beruang suka daun muda karena lebih mudah dicerna dan lebih sedikit racunnya (Yefbenedicpanjaitan, 2011).
Pakan yang disukai kuskus adalah buah-buahan dan daun serta dalam jumlah sedikit berupa bunga dan kulit batang (Farida et al.,1999), sedangkan kuskus beruang di habitat aslinya paling banyak mengkonsumsi pucuk daun muda dan batang muda (Nurjaeni, 2001).
 
E.  Stratifikasi Hutan
Stratifikasi atau pelapisan tajuk merupakan susunan pertumbuhan secara  vertikal didalam suau komunitas pertumbuhan atau ekosistem hutan. Pada tipe ekosistem hutan hujan tropis, stratifikasi itu terkenal dan lengkap. Tiap lapisan dalam stratifikasi itu disebut status atau strata
Sebagaimana telah dikemukakan bahwa pada hutan tropis terdapat pepohonan yang tumbuh membentuk beberapa stratum tajuk. Stratifikasi yang terdapat pada hutan hujan tropis dapat dibagi menjadi lima stratum berurutan dari atas ke bawah, yaitu stratum A, stratum B, stratum C, stratum D, dan stratum E (Arief, 1994) Masing-masing stratum diuraikan sebagai berikut:
1.   Stratum A (A-storey), yaitu lapisan tajuk ( kanopi ) hutan paling atas yang dibentuk oleh pepohonan yang tingginya lebih dari 30 m. Pada umumnya tajuk pohon pada stratum tersebut lebar, tidak bersentuhan ke arah horizontal dengan tajuk pohon lainnya dalam stratum yang sama, sehingga stratum tajuk itu berbentuk lapisan diskontinu. Pohon pada stratum A umumnya berbatang lurus, batang bebas cabang tinggi, dan bersifat intoleran (tidak tahan naungan).
2.   Stratum B (B-storey), yaitu lapisan tajuk kedua dari atas yang dibentuk oleh pepohonan yang tingginya 20-30 m. Bentuk tajuk pohon pada stratum B membulat atau memanjang dan tidak melebar seperti pada tajuk pohon pada stratum A. Jarak antar pohon lebih dekat, sehingga tajuk-tajuk pohonnya cenderung membentuk lapisan tajuk yang kontinu. Spesies pohon yang ada, bersifat toleran (tahan naungan) atau kurang memerlukan cahaya. Batang pohon banyak cabangnya dengan batang bebas cabang tidak begitu tinggi.
3.   Stratum C (C-storey), yaitu lapisan tajuk ketiga dari atas yang dibentuk oleh pepohonan yang tingginya 4-20 m. Pepohonan pada stratum C mempunyai bentuk tajuk yang berubahubah tetapi membentuk suatu lapisan tajuk yang tebal. Selain itu, pepohonannya memiliki banyak percabangan yang tersusun dengan rapat, sehingga tajuk pohon menjadi padat. Pada stratum C, pepohonan juga berassosiasi dengan berbagai populasi epipit, tumbuhan memanjat; dan parasit .
4.   Stratum D (D-storey), yaitu lapisan tajuk keempat dari atas yang dibentuk oleh spesies tumbuhan semak dan perdu yang tingginya 1-4 m.Pada stratum ini juga terdapat dan dibentuk oleh spesies pohon yang masih muda atau dalam fase anakan (seedling), terdapat palma-palma kecil, herba besar, dan paku-pakuan besar.
5.   Stratum E (E-storey), yaitu tajuk paling bawah atau lapisan ke lima dari atas yang dibentuk oleh spesies-spesies tumbuhan penutup tanah (ground cover) yang tingginya 0-1m. Keanekaragaman spesies pada stratum E lebih sedikit dibandingkan dengan stratum lainnya.
Perluh diketahui tidak semua tipe ekosistem hutan memiliki lima stratum tersebut diatas. Oleh karena itu, ada hutan yang hanya memiliki sratum A, B, D, dan E, atau A, C, D, dan E dan lain sebagainya.

Sumber : http://adhyflower.blogspot.com/2013/11/mengenal-kuskus-beruang-sulawesi.html

Selengkapnya

Sunday, January 26, 2014

Download Game PC: Angry Birds Space




Memainkan game Angry Birds seperti bermain ketapel, namun dibutuhkan keterampilan dan strategi kita untuk menyelamatkan burung-burung yang terperangkap. Permainan ini cukup bagus untuk mengisi waktu luang kita. silahkan download saja langsung link-nya dibawah.






Silahkan download di sini :

Game PC Angry Birds Space (Full Version)




Selengkapnya

Thursday, January 23, 2014

Banjir Ludah Jelang Pemilu 2014




Awal tahun 2014 kita disibukkan dengan masalah air. Air hujan yang berlimpah tak mampu lagi diserap bumi mengakibatkan banjir dimana-mana di Indonesia. Banjir pun menimbulkan korban jiwa dan harta benda. Indonesia pun darurat.


Namun selain bencana air alam tersebut, kita juga sedang mengalami atau menikmati banjir ludah yang muncrat dari mulut para penjaja visi misi untuk mendulang suara nanti pada Pemilu 2014. Dimana-mana kita sering bertemu dengan para penjual ludah ini, baik dijalan, warung kopi, pasar, bahkan dalam situasi bencana pun mereka tetap menjajakan ludah berbalut manisnya janji-janji politik yang enak didengar namun sebenarnya baunya busuk kalau sampai ludah tersebut menempel di pipi kita, apalagi kalau kita sampai merasakan ludahnya.

Kita sadar dan kita pun telah belajar dan paham dari beberapa pengalaman pada momentum demokrasi seperti Pemilu 1999, 2004, 2009 dan Pemilukada bahwa saat ini rakyat tidak lagi membutuhkan ludah. Sudah cukup tebal ludah yang menempel di pipi dari berbagai jenis mulut para penjaja ludah. Saat ini kita butuh yang namanya jejak rekam atau track record seseorang untuk menjadi wakil rakyat/pemimpin. Kita butuh figur seseorang yang konsisten dan komitmen antara ucapan dan tindakan. Kita tidak butuh lagi politisi bermodalkan ludah.

Sudah cukup ludah yang kita tumpahkan ke tanah air kita, jangan kotori lagi tanah ini dengan ludah busuk. Saatnya kita mengukir jejak diatas tanah dengan menjual kompetensi, integritas dan profesionalitas yang telah kita bukukan dalam lembar sejarah perjalanan hidup kita sebelumnya, dan biarkan semua fakta itu yang berbicara bahwa kita benar-benar layak dipilih menjadi wakil rakyat atau pemimpin bangsa ini. 

Bagi rakyat Indonesia, jangan lagi dibodohi para penjual ludah, bijaklah dalam memilih agar 5 tahun kedepan  kita tidak lagi bersungut-sungut karena kita telah memilih ludah yang busuk.

Salam Demokrasi.








Selengkapnya

Monday, January 20, 2014

Mendulang Suara di Tengah Bencana?


Sebelumnya saya mohon maaf bagi para korban bencana dimanapun berada, tulisan ini bukan bermaksud melecehkan saudara/saudari sekalian, akan tetapi tulisan ini hanya sebagai hasil perenungan terhadap fenomena baru yang terjadi disekitar kita yang sepertinya perlu juga kita kritisi terhadap kehadiran atau perilaku partai maupun caleg yang tiba-tiba hadir dengan segala atributnya ditengah para korban bencana alam maupun bencana buatan.

Bencana alam baik itu banjir, longsor, erupsi gunung api, dan lain-lain bukan merupakan takdir yang tiba-tiba hadir menghempaskan kehidupan manusia. Dalam pemahaman saya, setiap bencana merupakan sebuah proses sebab akibat. Sejak saya SD dulu dalam mata pelajaran IPA kita diajarkan apabila kita mengunduli hutan maka akan terjadi erosi dan banjir. Pelajaran ini seharusnya membuat hidup kita bisa bersahabat dengan alam. Bagaimana kita memperlakukan alam agar bermanfaat dalam kehidupan kita dan menjaganya agar tetap lestari.

Kita menyadari, bahwa kondisi alam dan lingkungan Indonesia sedang mengalami degradasi akibat keserakahan sebagaian manusia yang hanya mementingkan kehidupannya tanpa memikirkan kelangsungan hidup manusia berikutnya. Berbagai lembaga, baik pemerintah maunpun NGO telah menyampaikan laporan tentang kondisi alam kita yang sudah pada tahap kritis akibat penebangan pohon, tambang dan perkebunan skala besar secara legal maupun illegal.  Kemudian perilaku kita yang masih sering lupa tempat buang sampah dimana.

Awal Tahun 2014, rasa solidaritas kebangsaan kita sedang di uji dengan berbagai macam bencana. Dimana-mana terjadi bencana banjir, longsor, erupsi, kebakaran dan lain-lain. Rasa persaudaraan kita sebagai sesama manusia dan anak bangsa ikut tergerak untuk membantu meringankan kesedihan dari saudara/saudari kita yang sedang mengalami derita. Semua bergerak. Lembaga/institusi pemerintah maupun masyarakat terjun ke medan bencana untuk memberi pertolongan, seperti BNPB, PMI, Tagana, Yayasan, dan lain-lain. Berbagai Posko Bantuan didirikan dimana-mana untuk menggalang dan menyalurkan segala bentuk bantuan. Tak ketinggalan pula Partai Politik maupun Caleg / Capres secara individu ikut bersama-sama berbagi bantuan.

Bantuan bagi korban bencana maupun bagi orang yang sedang membutuhkan merupakan hal yang biasa selama itu dilakukan dengan penuh ketulusan dan keikhlasan tanpa berharap sesuatu dibalik bantuan tersebut, kecuali pinjaman bantuan kredit bank atau usaha finance.
Namun, ada fenomena yang menarik bagi kita saat ini, dimana beberapa partai politik maupun calon anggota legislatif ikut terjun memberikan bantuannya lengkap dengan atribut kepartaian. Sekali lagi, hal ini biasa saja apabila dilakukan dengan tulus dan ikhlas tanpa berharap "sesuatu" dibalik bantuan tersebut. Sayangnya bila ada parpol atau caleg yang memanfaatkan bencana ini sebagai ajang untuk menunjukkan bahwa partai atau caleg tersebut sangat peduli dengan korban bencana sehingga para korban nanti kemudian akan memilihnya pada Pemilu April 2014 mendatang.

Perlu kita sadari bahwa Partai Politik adalah lembaga politik yang merekrut para Caleg dan pemimpin eksekutif dan kemudian dipilih oleh rakyat untuk mewakili aspirasi rakyat dan memimpin rakyat menuju pada kesejahteran seluruh rakyat. Parpol maupun Aleg/Caleg bukanlah sinterklas yang datang disaat kita sedang tertimpa bencana, akan tetapi Parpol/Aleg/Caleg melalui lembaga legislatif maupun eksekutif memperjuangkan kebutuhan rakyatnya agar terhindar dari bencana kebodohan, kemiskinan, kemelaratan, kebanjiran dan sebagainya.

Pertanyaan kita sekarang adalah apakah ada parpol maupun anggota legislatif/caleg yang begitu gigih memperjuangkan mitigasi bencana? Apakah ada parpol maupun anggota legislatif/caleg yang begitu gigih memperjuangkan hutan Indonesia agar tetap lestari? Apakah ada parpol maupun anggota legislatif/caleg yang begitu gigih memperjuangkan masalah lingkungan di Indonesia?

Misalnya saja di Provinsi DKI Jakarta, ketika Jokowi memprioritaskan Jakarta bebas dari banjir dan macet, apakah semua partai yang memiliki kursi di DPRD DKI Jakarta ikut mendukung sepenuhnya program Pemprov. DKI Jakarta? Atau malah mungkin sebaliknya mereka berharap agar banjir tetap terjadi sehingga Jokowi gagal mengatasi banjir  sehingga dengan sumringah mereka segera turun lengkap dengan atributnya mendirikan Posko dan memberikan bantuan agar menarik simpati rakyat dan di cap Partai Peduli Banjir untuk mendulang suara di tengah banjir tersebut demi kepentingan Pemilu pada April 2014.
Kita berharap semoga kerisauan saya ini tidak pernah ada dihati kita, karena seperti pepatah dulu mengatakan "lebih baik mencegah daripada mengobati", lebih baik mencegah banjir daripada berharap suara ditengah banjir.

Mungkin dibalik meluapnya bantuan kita perlu menaikkan status hati kita dari "waspada" menjadi "siaga" agar bisa memaknai bantuan yang tak tulus dan ikhlas. Jangan menuai kepentingan dari derita para korban.
Salam Adil dan Lestari!

Selengkapnya